Dodi Zulkifli - Saya meminta anda memikirkan satu BRAND SHAMPOO yang anda lihat di rak supermarket atau minimarket?
Sudah?
BRAND apapun yang anda pikirkan, berarti BRAND tersebut sudah membeli kavling di pikiran anda. Dan mengalahkan brand-brand yang tidak terlintas dalam pikiran anda.
Jika anda ingin BRAND yang sedang anda kembangkan, sedang anda kelola, sedang anda besarkan, dapat menjadi seperti BRAND SHAMPOO yang barusan anda pikirkan.
Saya akan membagikan salah satu TIPSnya yang sangat penting.
Bahkan, tadinya saya ragu-ragu untuk membagikan tulisan... Karena ini adalah sebetulnya menjadi RAHASIA DAPUR saya dalam menangani BRAND-BRAND KLIEN saya.
Namun... seorang ustadz, menasehati... "Bahwa semua ilmu itu milik Allah..." dan Amal yang tidak akan terputus sampai hari kiamat adalah ILMU YANG BERMANFAAT.
Karena bagi saya, ilmu yang akan saya sampaikan ditukar dengan INVESTASI yang 100% dijamin untung sampai hari kiamat.
Cukup menggiurkan tawarannya.
Baik lanjut ke materi
Jika anda ingin membangun sebuah rumah atau bangunan, ingin membangun dalam 1 lantai atau 3 lantai, apakah keduanya sama secara desain, pondasi, dll?
Atau
Jika sebuah bangunan satu lantai kemudian akan dikembangkan menjadi 3 lantai, apakah cukup hanya dengan membangun bangunan keatasnya?
TENTU TIDAK !
Mulai pondasi harus diubah untuk menopang bangunan 3 lantai, layout bangunan harus diubah untuk mempersiapkan tangga ke lantai 2 nya. Dan aspek-aspek teknis lainnya.
Itu analogi sederhana tentang Desain Brand Identity & Kemasan yang bisnisnya akan memiliki beberpa divisi atau produknya akan memiliki lebih dari satu varian.
Didalam dunia brand ilmunya disebut dengan brand arsitektur, sebuah disiplin untuk mengatur hubungan dan kolaborasi beberapa brand. Tujuannya adalah menciptakan kolaborasi yang saling menguatkan.
Saya ambil sample brand PENTENE, yang memang sudah terkenal.
![]() |
| Gambar : Google.com |
Jika Brand PENTENE sudah memiliki reputasi di pelanggan, itu biasa disebut dengan Brand EQUITYnya sudah kuat.
Kadang-kadang kebanyakan kita ngomong "itu brandnya udah kuat"
Nah yang dimaksud itu adalah "brand equity"nya.
Ketika sebuah brand, memiliki equity yang besar dengan cirinya adalah brandnya dicari, ada repeat order.
Maka brand tersebut dapat melakukan perluasan brand dengan memanfaatkan kekuatan EQUITY yang sudah dimiliki.
*namun tidak semua perluasan brand baik lho ya...detailnya nanti dibahas pada tema khusus tentang BRAND ARCHITECTURE
Misal (hanya sebagai contoh saja) dengan cara membuat varian baru (varian sebelumnya STRONG) kemudian membuat varian SOFT.
Brand namenya tetap menggunakan PENTENE dengan varian SOFT.
Selama ini PENTENE, brand attributnya seperti ini
![]() |
| Gambar : Google.com |
Jika varian berikutnya dikenalkan dengan varian seperti ini
![]() |
| Sumber: Google.com |
Tentu pelanggan akan lebih sulit mengenali perbedaan antar varian.
![]() |
| Gambar : Google.com |
Ataupun jika desain yang berbeda pun seperti dibawah ini
![]() |
| Gambar : Google.com |
![]() |
| Gambar : Google.com |
Pelanggan akan sulit mengenali pula bahwa ini adalah PENTENE karena sangat berbeda dengan PENTENE yang sebelumnya sudah dikenal.
Berbeda jika Brand Arsitektur ditangani dengan profesional, yang direncakan sangat matang.
![]() |
| Gambar : Google.com |
Pelanggan PENTENE mengenali tetap PENTENE, namun juga mengenali bahwa Pentene MEMILIKI BEBERAPA VARIAN.
Dikenali melalui desain yang unity, satu kesatuan.
Jika semua varian diletakkan pada rak mini market, akan mendominasi rak dengan warna putih dan goldnya.
Itulah salah satu sample aplikasi brand arsitektur dalam desain brand identity.
Sama halnya akan membangun gedung 10 lantai, namun akan dibangun 1 lantai dulu. Tahun 3 baru akan dilanjutkan lantai 2 keatas.
Semenjak awal arsitektur dan teknik sipil sudah merancang blue print untuk 10 lantai.
Pondasi pun sudah disiapkan untuk 10 lantai.







Belum ada tanggapan untuk "Produk Satu Varian Akan Berbeda Dengan Produk Banyak Varian "
Post a Comment