Dodi Zulkifli - Kalau sebelumnya saya sudah membahas di part #1. Bisa dibaca dahulu jika belum membacanya.
Nah, dalam dunia bisnis, ada kasusnya lho yang pernah saya tangani…
Mau denger khan?
Sebelumnya saya mau tanya dulu niih
![]() |
| Klien Pakuwon Asri Kaliwungu |
Nah kondisinya kan begini saya baru hari itu ketemu pertama kali dengan klien.
Kiira kira niih ... Terlihat
Baru kenal, baru tahu namanya, baru tahu bisnisnya,.
Ekonomis / mewah?
Kok disuruh buatin identitas nya yang mewakili personalitinya
Modern / tradisional
![]() |
| Stationari Lama Pakuwon Asri |
Gimana ceritanya?...
Benar kan?
Jadi begini,
Ada pengusaha Property (developer) datang ke saya, beliau menceritakan, bahwa beliau memiliki project Perumahan yang sudah lama berjalan, namun sales kesulitan menjual..
Ilustrasinya lainnya gini, suatu hari ketemu sama seseorang yang belum pernah kenal sebelumnya.
Namanya, Pakuwon Asri Residence
Terus orang itu bilang gini “Mas atau mbak, tolong belikan saya baju yang sesuai dengan personality saya dong?”
Saya diminta untuk merombak total Brand idenitynya termasuk logo, dll…
Nah lo… bingung kan?
Ketika mulai sebuah project desain logo & brand identity, saya mengajukan sekitar 40 pertanyaan kepada klien…
Makanya untuk mempermudah,
Tim design talk (sekarang jadi Neyma), menyiapkan sebuah form interview yang telah dikembangkan bertahun tahun untuk mempolakan personality brand klien, meskipun baru pertama kali bertemu.
Apa aja tuh pertanyaannya, ko 40 sample pertanyaan? Lebih banyak dari interview pekerjaan
Yang juga disebut client brief
Maka sampai 40 pertanyaan...
hehehe…
Apa aja tuh yang ditanyakan?
Ada aja...
Begini, Saya khan diperintah untuk mendesain sebuah brand identity dan logo.
Kalo pengen tahu,... Order aja...
Entar kan tahu tidak..===> Modus hehe
Padahal sesuai kesimpulan diatas Brand identity = identitas
Nah, klien yang saya tersebut, setelah saya interview, ada kesimpulan, personalitynya, “minimalis - modern, elegan, ekslusive”
Dan project nya ini adalah perumahan yang termahal dikotanya…
Gambar rumahnya begini
Klien saya juga memberikan mandatory, harus ada gambar TOKOH SEMAR (tokoh dalam wayang) karena ada filosofisnya…
Saya tidak perlu tulis ya filosofinya…
Nah, logo & brand identity yang ada seperti tadi yang diatas…
Apakah relevan dengan nilai
“minimalis - modern, elegan, ekslusive”
cocok tidak kira-kira?
Nah, ini juga salah satu masalah…
Salah kostum niih…
Karena tidak mewakili personalitynya
Jikalau Pakuwon Asri mengikuti property expo & membuka stand… Kira-kira niiih…
Apakah audience yang berduit (karena perumahan mahal) akan tertarik mendekat dengan Brand identity yang ada?
hmmm….
Mungkin ada… tetapi kebanyak enggan…
Jika mendekat saja tidak, bagaimana akan closing?
Nah, kemudian bagaimana solusi dari Design Talk?
Kami mengajukan 5 alternatif desain logo dan 1 yang dipilih … dan inilah hasilnya
Mana Semarnya?
Ini juga disebut Elemen Grafis…
Dalam brand identity, berfungsi sebagai yang menguatkan logo dalam mengkomunikasikan personality..
Dan ini kami juga membuatkan Exhibition boothnya
Apakah yang baru sudah relevan dengan “minimalis - modern, elegan, ekslusive ?







Belum ada tanggapan untuk "Brand Identity Dapat Mempengaruhi Emosi? #2"
Post a Comment