Dodi Zulkifli - Begini, pernah jalan-jalan ke pasar akik? kalo enggak pernah, pura-puralah pernah ya…
Bayangin aja pokoknya begitulah
Tujuannya untuk beli akik
Nah, dipasar itu…
Ada 2 penjual yang menjual barang yang sama…
(meskipun kayaknya sulit menjual akik yang sama persis
… Khusus malam ini anggap saja bisa ya?)
kedua penjual berpenampilan seperti ini
1] Pake Blangkon
2] Pake kaca mata
Nah lho…
Barang sama…
Anda pilih yang mana?
Mayoritas memilih yang BLANGKON, kenapa?
Ada yang bilang
kayaknya lebih ahli
Kayaknya lebih pintar
Lebih sesuai dengan produk yang dijual
Wuiih… Tanpa promosi, hanya modal baju doang udah bisa
mengalahkan kompetitor
Makanya kalo mau betempur, lihat lawan dulu…
Kalo yang lain bajunya (baca : brand identitynya)
biasa aja, maka baju anda (baca : brand identitynya) BENERIN dikit udah cukup
untuk mengalah lawan..
Sampel ke 2
Siapa yang disini pernah tahu APPLE IPAD?
Kalo yang enggak tahu, minimal pernah denger khan?
Nah, misal, anda mau beli apple ipad, anda jalan ke
mall IT…
Didalam Mall juga menemukan 2 penjual yang menawarkan
IPAD, seperti ini
Jual barang yang sama
Harga yang sama
Merk yang sama
hanya beda baju doang
Kira-kira niih anda pilih yang mana?
Harga sama
Barang sama
Merk sama
1] Pake Blangkon
2] Pake kaca mata
Kenapa?
banyak yang jawab
kaca mata ya?
meskipun yang jawab blangkon juga ada
Kenapa?
Padahal?
Hanya beda seragam lho…
“Kayaknya lebih meyakinkan yang pakai kaca mata…”
“Sesuai dengan produk yang dijual”
Nah kesimpulannya:
1# Brand Identity, design , logo harus
merepresentasikan produk, layanan yang dijual..
Apanya yang direpresentasikan?
Karakter / personality, seperti misalnya : modern /
tradisional, mewah / ekonomis
2# Peluang untuk lebih unggul dibanding dengan
kompetitor
3# Manusia (baca : audience) mengambil keputusan
secara DOMINAN (+/- 80%) dipengaruhi emosional dan sebagian kecilnya adalah
Rasional
Contohnya adalah kasus saya diatas,
sama-sama Ipadnya ==> sama produk ==> Rasional
Pilihan tetap yang berkacamata , karena dianggap lebih
meyakinkan… ==> emosional kan?
Pertanyaannya adalah, apakah baju anda (baca: brand
identity anda) sudah sesuai dengan personality brandnya?
Nah, dalam dunia bisnis, ada kasusnya lho yang pernah
saya tangani…
Mau denger kan?
Sebelumnya saya mau tanya dulu niih
Jadi kesimpulan #1 diatas bahwa logo dan brand identity
harus mewakili personality atau karakter brand nya…



Belum ada tanggapan untuk "Brand Identity Dapat Mempengaruhi Emosi? #1"
Post a Comment